Kamis, 09 Februari 2017

Opera Van Jathilan (OVJ)




Di Desa Borobudur, tepatnya Dusun Ngaran I terdapat suatu perkumpulan kesenian yang bernama Opera Van Jathilan atau disingkat OVJ. Perintis dari OVJ sendiri adalah seorang ibu muda bernama Lisa. Bu Lisa sendiri merupakan salah satu alumni yang merupakan lulusan dari Institut Seni Indonesia.

Dengan jiwa seni yang beliau miliki, beliau dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya dusun yang ditinggalinya memiliki banyak potensi. Namun, setelah diperhatikan cukup lama, ternyata tempat yang beliau tinggali tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan sehingga potensi yang dimiliki oleh daerah itu belum dimanfaatkan secara maksimal.

Bu Lisa ingin memperkenalkan kesenian selain jathilan dan bedongan karena warga dusun Ngaran I umumnya hanya mengenal dua kesenian tersebut. Ia ingin membuat suatu wadah perkumpulan yang bertujuan untuk mengapresiasikan kesenian jathilan tanpa adanya unsur mistis. Karena selama ini kesenian jathilan dikenal dengan gerakan mengundang makhluk halus lalu makhluk tersebut akan masuk ke tubuh pemain. Dalam bahasa Jawa, hal ini sering disebut dengan istilah “ndadi”. Jadi, beliau ingin merubah pola pikir dari banyak orang agar lebih berfokus pada tarian dan musik yang ditampilkan.

Perkumpulan ini dibentuk pada bulan Agustus setahun yang lalu dan mulai tampil di depan publik pada bulan Agustus 2016 tepatnya saat acara peringatan Hari Kemerdekaan RI. Acara tersebut berlangsung sangat meriah dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Meskipun acara ini hanya tingkat dusun, namun banyak yang berfikir bahwa acara ini lebih tinggi dari acara tingkat dusun, setingkat dengan acara kecamatan. (bahkan lebih).

Seperti namanya, pertunjukan ini berbentuk opera. Sehingga setiap pertunjukan yang ditampilkan akan berbentuk cerita. Sedangkan dalam setiap pertunjukan mempunyai cerita yang berbeda tergantung dari temanya. Hal itu disebabkan karena pertunjukan OVJ pada setiap acara memiliki tema yang berbeda tergantung dari permintaan. Jadi, setiap kali pertunjukan akan dipentaskan, maka akan dibentuk tarian yang baru yang sesui dengan tema. Tarian tersebut pun merupakan hasil karya dari Bu Lisa sendiri yang tentunya dibantu oleh pemuda setempat. Walaupun begitu, OVJ tetap lebih fokus untuk menonjolkan sisi komedinya.Sementara itu, dalam setiap peserta mempunyai pakaian sendiri-sendiri yang berbeda.

Anggota pemain OVJ terdiri dari warga dusun Ngaran 1, baik tua maupun muda. Namun, anggota OVJ ini lebih didominsi oleh kaum pemuda dan juga  pemudi. Untuk jadwal latihan, biasanya dilaksanakan 1-2 minggu sebelum tampil. Namun, hal itu pun tergantung dari tingkat kerumitan gerakan dan besar-kecilnya acara yang diselenggarakan.


Dalam setiap latihan, setiap peserta saling membantu satu sama lain. Mereka menginginkan agar OVJ tersebut dapat terus berjalan karena mereka ingin melestarikan budaya asli daerah mereka sehingga akan sampai pada anak cucu mereka. Selain itu, mereka akan terus berusaha mengembangkan ide-ide dan inovasi yang baru agar tidak menimbulkan kebosanan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar