Dengan jiwa seni yang
beliau miliki, beliau dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya dusun yang
ditinggalinya memiliki banyak potensi. Namun, setelah diperhatikan cukup lama,
ternyata tempat yang beliau tinggali tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan sehingga potensi yang dimiliki oleh
daerah itu belum dimanfaatkan secara maksimal.
Bu Lisa ingin
memperkenalkan kesenian selain jathilan dan bedongan karena warga dusun Ngaran
I umumnya hanya mengenal dua kesenian tersebut. Ia ingin membuat suatu wadah
perkumpulan yang bertujuan untuk mengapresiasikan kesenian jathilan tanpa
adanya unsur mistis. Karena selama ini kesenian jathilan dikenal dengan gerakan
mengundang makhluk halus lalu makhluk tersebut akan masuk ke tubuh pemain.
Dalam bahasa Jawa, hal ini sering disebut dengan istilah “ndadi”. Jadi, beliau ingin merubah pola pikir dari banyak orang
agar lebih berfokus pada tarian dan musik yang ditampilkan.
Perkumpulan ini
dibentuk pada bulan Agustus setahun yang lalu dan mulai tampil di depan publik
pada bulan Agustus 2016 tepatnya saat acara peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Acara tersebut berlangsung sangat meriah dan mendapat apresiasi dari berbagai
pihak. Meskipun acara ini hanya tingkat dusun, namun banyak yang berfikir bahwa
acara ini lebih tinggi dari acara tingkat dusun, setingkat dengan acara
kecamatan. (bahkan lebih).
Seperti namanya,
pertunjukan ini berbentuk opera. Sehingga setiap pertunjukan yang ditampilkan
akan berbentuk cerita. Sedangkan dalam setiap pertunjukan mempunyai cerita yang
berbeda tergantung dari temanya. Hal itu disebabkan karena pertunjukan OVJ pada
setiap acara memiliki tema yang berbeda tergantung dari permintaan. Jadi, setiap
kali pertunjukan akan dipentaskan, maka akan dibentuk tarian yang baru yang
sesui dengan tema. Tarian tersebut pun merupakan hasil karya dari Bu Lisa
sendiri yang tentunya dibantu oleh pemuda setempat. Walaupun begitu, OVJ tetap lebih
fokus untuk menonjolkan sisi komedinya.Sementara itu, dalam setiap peserta
mempunyai pakaian sendiri-sendiri yang berbeda.
Anggota pemain OVJ
terdiri dari warga dusun Ngaran 1, baik tua maupun muda. Namun, anggota OVJ ini
lebih didominsi oleh kaum pemuda dan juga
pemudi. Untuk jadwal latihan, biasanya dilaksanakan 1-2 minggu sebelum
tampil. Namun, hal itu pun tergantung dari tingkat kerumitan gerakan dan
besar-kecilnya acara yang diselenggarakan.
Dalam setiap latihan,
setiap peserta saling membantu satu sama lain. Mereka menginginkan agar OVJ
tersebut dapat terus berjalan karena mereka ingin melestarikan budaya asli
daerah mereka sehingga akan sampai pada anak cucu mereka. Selain itu, mereka
akan terus berusaha mengembangkan ide-ide dan inovasi yang baru agar tidak
menimbulkan kebosanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar